Selasa, 27 Mei 2014

Yusuf Mansur Ustad "Pelit" dan ngajarin "Pelit"

Assalamu'alaikum..

       Pembaca yang terhormat, sebelumnya saya mau minta maaf jika judul yang saya pilih seringkali bikin sewot hingga ada yang mengira saya zionis.
Kali ini saya memilih tema YUSUF MANSUR USTAD "PELIT". Sebelum anda melanjutkan membaca artikel ini saya mohon kesepakatan dulu tentang istilah "pelit" dengan cara menjawab pertanyaan saya berikut ini. Kalau ada seorang anak minta sepatu atau barang kebutuhannya yang lain dan orang tuanya mampu membelikannya tapi tidak dibelikan apakah itu pelit? Jika ada seorang teman minta tolong pinjam/minta uang untuk menebus ijasahnya dikampus dan dia mampu tapi tidak memberikannya apakah itu pelit? Kalau ada seorang ayah yang anaknya sakit parah tapi tidak membawa anaknya ke dokter tapi malah menggunakan uangnya untuk hal lain apakah itu pelit?

      Jika semua pertanyaan tadi anda jawab "Ya" silahkan anda teruskan untuk membaca artikel ini. Tapi jika jawabannya "Tidak". Saya sarankan cukup sampai disini anda membaca karna anda bisa kecewa

Sabtu, 17 Mei 2014

Aku berdakwah karena aku bukan ustad

Assalamu'alaikum
 
       Lama sekali blog ini tidak disisipi catatan kecil penggugah hati. Setelah di tulisan sebelumnya saya "memfitnah" ustad YM. Kali ini saya mengajak kita semua(anda dan saya), untuk bertanya pada para ustad/kyai siapa sebenarnya yang harus berdakwah? tentu saja yang saya ajak disini adalah orang yang belum tau atau masih kurang jelas siapa yang harus berdakwah. Jika ada ustad atau ulama yang membaca tulisan ini mohon sekiranya mau memberikan pencerahan kepada kami tentang pertanyaan ini. 
      Pertanyaan siapa yang harus berdakwah ini cukup mengusik pikiran saya beberapa tahun ini. Siapa yang harus berdakwah? Apa harus orang-orang yang memang memiliki ilmu agama yang tinggi seperti ustad atau kyai? Atau bisa orang yang cuma ngertinya sholat sehari lima waktu? Kalau ustad saja yang berdakwah. Trus siapa yang mau didakwahi??? Kita sebut saja beberapa ustad kenamaan seperti ust. YM, aa Gym, ust. Safii Antonio, ust. Felix S dan banyak ustad lain. Mereka mengisi kajian di seantero jagad. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Trus siapa yang mau didakwahi??? Tentu yang didakwahi ya orang-orang yang memang pingin ngerti ilmu agama sehingga mereka dengan sengaja mendatangi kajian - kajian yang diisi oleh para ustad tadi. Lha terus siapa yang akan mengajak saudara-saudara kita yang saat adzan berkumandang mereka asik main gitar di gerbang masjid ? trus siapa yang mau ngajakin temen kost kita yang saat kita bergegas kemasjid mendengar azan subuh mereka malah baru  pulang dugem? Para ustad itu??? Kok kayaknya gak mungkin. Untuk dahwah dari kampus ke kampus, dari masjid ke masjid saja mereka sudah harus mengatur jadwalnya jauh-jauhari. Berarti bukan cuma ustad atau kyai yang harus berdakwah. Melainkan kita semua. "Aku berdakwah karena aku bukan ustad."
       Tapi dakwahkan harus ngerti ilmu agama?

Kamis, 17 Januari 2013

Yusuf Mansur Ustad ‘Licik’



Sosok ustad yang satu ini cukup mengundang perhatian banyak orang. Dengan gaya dakwahnya yang khas. Tidak seperti ustad lain yang berdakwah menggunakan dalil dalil, beliau memilih menggunakan logika sesuai realita kehidupan sehari hari.
Pertama muncul dengan “sedekah”nya, langsung disambut dengan banyak kontroversi. Tidak sedikit ustad lain yang kontra atau tidak sepaham dengan ustad Yusuf Mansur dengan ajaran sedekah yang bisa menyelesaikan masalah. Tentu ini bukan tidak berdasar, pasalnya ustad yang lain paham betul kalau ibadah itu harus ikhlas. Sedangkan ustad YM (panggilan akrab Yusuf Mansur) mengajarkan kalo mau selesai masalahnya ya sedekah. Jadi kesan yang timbul sedekahnya tidak ikhlas. Tapi saya tidak ingin membahas tentang kontroversi ini karena sudah dijawab oleh ustad YM dengan bukunya yang berjudul “BOLEH GAK SIH NGAREP?”.
Saya lebih tertarik untuk ngomongin Ustad Yusuf Mansur yang “licik”. Mungkin banyak orang atau jamaah yang mengikuti kajiannya tidak menyadari betapa ‘licik’nya ustad yang satu ini.   Pada awal dakwahnya beliau selalu mengajarkan sedekah. Pingin punya anak,bisnis, melunasi hutang, semuanya selalu diberi solusi dengan jalan sedekah. Setelah semua itu berjalan ustad YM lalu menambahkan baca surat Al Waqiah. Pingin lepas dari kemiskinan baca Al Waqiah ba’da subuh dan ashar. Pingin menyelesaikan masalah baca Waqi’ah.
Tapi lihat setelah jamaah berbondong bondong membaca surat Al Waqi’ah dan sedekah.


Copyright @ 2013 @L B!RrU .